JAKARTA – Arus digitalisasi di Indonesia diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2026. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk segera beralih ke ekosistem digital guna memperluas pasar hingga ke kancah internasional.
Pentingnya Adaptasi Teknologi Menurut data terbaru, UMKM yang telah mengadopsi teknologi digital mengalami peningkatan pendapatan rata-rata hingga 30% dibandingkan mereka yang masih mengandalkan metode konvensional. Penggunaan platform e-commerce dan pembayaran non-tunai (cashless) menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan pasar.

“Digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi pelaku usaha yang ingin bertahan di era sekarang,” ujar Andi Pratama, seorang pakar ekonomi digital dalam seminar nasional kemarin.
Tantangan yang Dihadapi Meski terlihat menjanjikan, proses transisi ini bukan tanpa hambatan. Beberapa masalah klasik masih menghantui, di antaranya:
- Kurangnya Literasi Digital: Masih banyak pelaku usaha yang belum paham cara mengoperasikan aplikasi manajemen toko.
- Infrastruktur Internet: Kecepatan internet yang belum merata di pelosok daerah.
- Keamanan Data: Kekhawatiran akan serangan siber dan kebocoran data transaksi.
Langkah Strategis ke Depan Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berencana meluncurkan program pelatihan intensif di 100 kota besar di Indonesia. Program ini mencakup pelatihan pembuatan konten kreatif, manajemen media sosial, hingga pemahaman dasar mengenai keamanan siber.
Diharapkan dengan adanya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, target 30 juta UMKM go digital pada akhir tahun ini dapat tercapai dengan maksimal.
